UNTUK BAPAK...



Sudah lama kau pergi, lebih dari sepuluh tahun. Dan sudah lama juga kita tidak bertemu dalam mimpi untuk sekedar bertukar senyum. Dan sudah lama juga aku tidak melihat raut mukamu tapi anehnya memoriku masih utuh. Mungkin inilah cinta, Pak..

Anak gadismu-yang selalu kau panggil Adek, telah tumbuh dewasa. Telah banyak jalan, takdir, juga cerita yang ia lalui. Karena hal itu yang merubah pola pikir, sifat, dan tingkah lakunya.
Jangan tanya rindu, sebab ia selalu tumbuh semakin berbuah dan semakin meninggi hingga akarnya begitu kokoh.

Jangan menangis saat mengingatmu telah diterapkan dengan baik. Takut menjadi siksa bagimu disana. Anak gadismu-yang selalu kau panggil Adek belum sempurna menjalankan perintah Allah. Masih saja sering kalah sama godaan dari segala lini. Masih sering kalah sama hawa nafsu. Ah, terkadang gadismu nyalinya ciut untuk hal-hal remeh jika melibatkan hawa nafsu.
Tapi aku sedang belajar disepanjang hidupku untuk berani melawan hawa nafsu dan bisikan setan yang membuat amalku berkurang. Biidznillah..

Maafkan aku ya Allah, maafkan aku Bapak. Aku sedang menabung di dunia ini untuk amal-amalku di akhirat nanti dan aku sedang berusaha untuk meringankan hisabmu.

Kelak rindu ini akan menemukan tempatnya.
Di singgah sana yang lebih abadi.

Dari putrimu..
Sabrina Ridha Sari Sinaga

Komentar

Postingan Populer